Last Updated on 4 Oktober 2026 by Ali Arifin
Sekitar 10 tahun yang lalu, saya diajak Om saya untuk menghadiri kajian disalah satu ulama kharismatik, berpengaruh dan sangat disegani, baik oleh masyarakat lokal, maupun tokoh-tokoh nasional. Malam itu kami melewati jalur yang sangat sepi dan cukup jauh jaraknya, hingga akhirnya kami sampai dilokasi. Ternyata disana, sudah sangat ramai dipenuhi oleh jamaah dari berbagai daerah.
Ditengah lautan jamaah yang memakai pakain serba berbusana muslim dan nuansa putih, berpeci/kopiah serta mengenakan sarung. Malam itu tiba-tiba perhatian saya tertuju pada seorang pria dengan pakaian rapih, mengenakan kemeja, celana slim fit, namun garis setrikanya sudah banyak terlipat kusut, sepertinya habis pulang dari kerja dan sangat lelah. Ketika kajian baru saja dimulai, dia justru menata ranselnya. Dan tak lama kemudian, kepalanya diletakkan diatas ransel hingga akhirnya tertidur. Menariknya, ketika kajian akan selesai dan memasuki doa, dia terbangun, ikut berdoa dan kemudian pulang. Didalam perjalanan pulang, saya ngobrol dengan Om, dan Om memang tahu bahwa pria itu rutin mengikuti kajian, dan selalu seperti itu, datang, tidur, ketika berdoa dia bangun.
Kami pun berdiskusi panjang lebar, hingga akhirnya saya mendapatkan insight bahwa orang-orang yang datang dalam kajian itu punya niat dan tujuan yang berbeda – beda sejak berangkat dan keluar dari rumah atau tempat kerja. Ada yang punya masalah besar, dan ingin mendapatkan solusi atau petunjuk, ada juga yang berharap rejeki, usaha, bisnis dan karirnya bagus. Ada juga yang sebatas hadir “ngalap berkah” mencari berkah. Ada juga yang ingin sembuh dari penyakit. Ada juga yang ingin hamil dan punya anak. Ada juga yang hadir memang benar – benar ingin menuntut ilmu, memperbaiki diri agar dekat dengan Allah dan doanya dikabulkan.
Malam itu materi kajiannya salah satunya membahas tentang “doa yang belum terkabul”. Sang Kiai menyampaikan bahwa ketika doa kita belum terwujud dan belum terkabul, justru disitu letak Rahman dan Rahim Allah. Letak pengasih dan penyayang Allah kepada hamba-Nya. Kenapa seperti itu? menurut penjelasan beliau, Allah tidak langsung mengabulkan saat ini juga karena Allah sangat sayang kepada kita. Karena Allah yang paling tahu kapan kita siap dan layak diberi. Bisa jadi, jika diberi saat ini, kita belum siap, kita belum mampu, kita belum pantas dan bisa jadi banyak bahaya, juga resiko yang menghampiri. Makanya Allah mengabulkan dan memberikannya sesuai dengan waktu yang tepat menurut-Nya, bukan menurut kita. Sesuai kadar dan takaran-Nya, bukan takaran kita. Sesuai yang terbaik menurut-Nya, bukan menurut kita.
Kondisi seperti inilah yang membuat salah satu jalan romantisme dialegtika kita dengan Sang Pencipta terus terjaga. Sehingga kita lebih romantis dan rajin bersimpuh dihadapan-Nya. Jika meminjam istilah Om saya, “Bisa jadi Allah sedang rindu tangisan kita” agar kita lebih dekat, bersimpuh seutuhnya, juga memantaskan diri, memperbaiki diri dan ikhtiar jauh lebih sungguh-sungguh. Jadi bisa kita garis bawahi bersama, bahwa Allah sangat sayang kepada kita. Termasuk kita yang sedang berjuang di promil.
Jadi, itulah jawaban dari pertanyaan kenapa Allah belum mengijinkan kita punya anak dan mewujudkan semua keinginan kita?
Kita yakin, bahwa Allah akan mewujudkan doa-doa kita.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ
Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir · Ayat 60).
Semoga apa yang Anda dambakan segera terwujud. Aamiin. Oh ya, jika merasa platform ini bermanfaat, kami mohon dukungan dengan cara komentar positif pada kolom komentar dibawah ini. Komentar positif Anda sangat berharga untuk keberlangsungan platform ini. Anda juga bisa share ke pasangan dan sahabat yang mebutuhkannya.
Terima kasih, salam sehat sukses bahagia penuh keberlimpahan keberkahan 🙂