Assalamualaikum, halo, teman – teman. Apa kabar? semoga senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan, serta penuh keberlimpahan. Senang sekali bisa hadir kembali setelah 7 tahun tidak menulis dimedia, dan kini mencoba hadir kembali untuk membersamai perjalanan teman teman semua, ditengah – tengah maraknya konten AI. Jujur tidak mudah untuk memulai semua ini, tapi saya merasa terpanggil kembali, siapa tahu sedikit knowledge dan pengalaman saya bisa memberi secuil manfaat bagi teman-teman yang membutuhkan. Oke teman-teman, kita awali dengan sebuah pertanyaan yang terpampang pada judul diatas dan atau dibawah ini.
Ada beberapa alasan kenapa situs atau blog ini hadir. Kita coba jelaskan melalui poin-poin berikut ;
Kami merasa sedih, melihat beberapa teman yang berjuang agar bisa hamil dan memiliki anak. Apapun mereka lakukan, mulai dari langkah medis, hingga non medis. Hingga terkadang ada hal-hal yang tidak masuk akal pun mereka lakukan.
Rasa marah kami, ketika mendengar beberapa pribadi pejuang promil yang dikucilkan oleh keluarga, lingkungan sekitar dan bahkan yang paling ekstrim, yaitu dari pasangannya sendiri.
Fakta dari 39,8 juta pasangan subur di Indonesia, 10-15% mengalami permasalahan infertilitas (Kemenkes RI). Artinya ada sekitar 4.000.000 sampai 6.000.000 pasangan berjuang untuk bisa hamil dan memiliki anak.
Fakta 41% sampai 52% wanita mengalami gangguan kecemasan dan stres ketika permasalahan infertilitas, belum hamil, belum punya anak terjadi pada dirinya (Esubalew et al., 2025).
Data American Family Physician menunjukkan 70% pasangan terpaksa hutang demi membiayai program hamil (Killeen, M. 2004). Semoga hal ini tidak terjadi di negara kita, karena di Indonesia belum ada data pasti.
Kami ingin mendengar kabar bahagia dari setiap perjalanan hidup teman-teman setelah mengikuti halaman dan tulisan kami, bukan sekadar hamil dan atau punya anak. Karena teman teman semua berhak menikmati setiap perjalanan hidup ini, enjoy, happy dan yang pastinya tanpa beban + tanpa stres.
Alasan terakhir kenapa kami hadir, karena kami ingin apa yang kami sajikan di promil.id menjadi amal kebaikan dan menjadi jalan energi positif bagi kami sekeluarga. Kami meyakini, bahwa saling membantu dalam hal kebaikan pasti akan menghasilkan –> kebaikan, kebahagiaan, keberlimpahan dan keberkahan tanpa batas.
Dari 7 poin diatas, intinya apa yang terjadi pada beberapa teman kami, juga dialami oleh jutaan pasangan di Indonesia dan mungkin salah satunya adalah Anda. Disini kita bersama-sama mencoba mendudukkan diri kita pada posisi yang tenang, bahagia, penuh syukur dan pulang kedalam relung hati dalam diri tanpa beban. Bisa jadi ada jalan disini. Nanti kita akan ngobrol lebih jauh dalam seri-seri tulisan yang lainnya.
Teman-teman, di promil.id ini, kami tidak pernah berniat untuk menggurui, apalagi merasa lebih paham tentang promil. Kita tidak akan membahas tentang seluk beluk medis program hamil. Disini tema yang akan kita bahas hanya dalam lingkup pendekatan personal development dan personal mastery. Harapannya, melalui platform ini kita bersama sama menjadi lebih sadar, adaptif, dan memiliki kendali atas hal-hal yang memang dapat dikendalikan dalam perjalanan mencapai apa yang kita butuhkan, inginkan, dan impikan dalam hidup ini, khususnya yang sedang berjuang hamil – punya anak.
Teman teman, semoga apa yang kami sajikan bisa memberi manfaat dan saling menguatkan dalam perjalanan hidup ini. Doa saya dan kami sekeluarga untuk Anda semua yang sedang berjuang memiliki momongan, semoga segera terwujud memiliki anak solih/soliha, pasangan yang selalu penuh cinta dan kehidupan keluarga yang senantiasa diselimuti kebahagiaan, rejeki yang melimpah dan penuh keberkahan. Aamiin.
Oh ya, untuk mendukung blog ini, dan berbagi kebaikan Anda bisa komentar positif pada setiap laman yang telah Anda baca. Anda juga bisa share ke pasangan Anda dan teman teman yang membutuhakannya. Terima kasih
Penuh Syukur,
The Men Behind Promil.id
Ali Arifin